Jasmine : Bintik Merah Itu Ternyata Virus Flu Singapura



Halo, Mak sudah pada gak asing kan dengan kehadiran Flu Singapura?
 
Aku tahu adanya flu satu ini karena pernah menyerang sodara, hingga kakinya pada melepuh dan harus dirawat di RS. Kini Jasmine pun mengalami hal yang sama, terserang virus Flu Singapura yang beruntungnya tidak harus rawat inap. 



Flu satu ini memang sangat rentan untuk bayi yang baru lahir hingga kisaran usia lima tahun. Namun, virus ini juga dapat menyerang orang dewasa. Jasmine yang baru dua bulan ini tergolong wajar terinfeksi virus Flu Singapura. Untunglah gak begitu lambat dan segera dibawa ke dokter, karena gejala awal yang dialami Jasmine tidak seperti yang seharusnya. 

Gejala awal Flu Singapura ini, yaitu demam tinggi. Sedangkan Jasmine, sehat-sehat saja. Gejala lainnya, nafsu makan berkurang, muntah, rewel, batuk dan muncul bitnik-bintik merah di kaki, tangan serta mulut. Sedangkan yang dialami Jasmine langsung muncul bintik-bintik merah, sehingga tidak begitu waspada akan kehadiran virus Flu Singapura yang jika virus Enterovirus 71 yang menyerangnya dapat menyebabkan komplikasi lalu menyebabkan kematian. *ngeri* 

Sedikit cerita alasan dibawanya Jasmine ke dokter. 
 
Hari Pertama 
Pagi itu saat dandanin Jasmine yang baru selesai mandi aku menemukan dua bintik merah di kakinya. Awalnya aku pikir itu karena gigitan nyamuk. Maklumlah nyamuk lagi banyak-banyaknya.

Hari Kedua, 
Bintik merahnya masih bertahan tanpa ada kadar warna yang berubah, sama dengan hari sebelumnya. Setahuku gigitan nyamuk tidak seperti itu. Lalu, ditelapak tangannya pun ternyata ada bintik merah. Wah, di sini mulai yakin kalau bintik merah itu bukan karena gigitan nyamuk. Namun, tetap mencoba postive thinking. Karena memang Jasmine sedang dalam masa adaptasi di lingkungan barunya. Cikarang yang lagi panas-panasnya membuat Jasmine selalu keringatan. Yah, mungkin itu karena kondisi panas.



Hari ketiga
Bintik merah muncul di kaki kiri. Dan, semakin gak karuan saat pulang kerja mendapati bintik merah di bibir bawahnya. Gak beres nih! Besoknya, barulah dibawa ke dokter dan ternyata Jasmine terserang virus Flu Singapura.

Ha? Kok bisa? 

Seperti yang aku sebutkan di atas gejala awalnya bukan panas. Makanya agak kaget pas denger terserang virus Flu Singapura. Yang menjadi pertanyaan berikutnya kenapa bisa terinfeksi virus itu? Tentu bisa! Menurut dokter salah satu penyebaran virus Flu Singapura melalui udara. Namanya juga Flu, saat batuk dan bersin virus-nya ikutan keluar. Bisa juga nih dari air liur dan tinja. 

Leganya, karena virus yang menyerang kekebalan tubuh Jasmine belum parah seperti yang harus dialami sodara kala itu. Virus satu ini yang konon katanya dapat sembuh sendiri setelah satu minggu tetap saja harua mendapat perhatian khusus. Jadi, Dokter pun memberikan 3 botol obat untuk menangkal virus, daya tahan tubuh dan alergi. Gak tega banget deh Jasmine yang baru 2 bulan harus mencicipi pahit manisnya kehidupan. *tsah*

Karenanya, untuk para Mamah, khusunya yang memiliki anak di bawah 5 tahun, harus ekstra hati-hati dengan virus Flu Singapura. Terutama saat mendapati bintik-bintik merah di tangan, kaki dan mulut. Seperti yang Jasmine alami. Untuk memastikan lebih tepatnya, Mamah bisa cek lidah dan langit-langit mulutnya, kalau terdapat bintik-bintik merah, waspadalah itu kemungkinan virus Flu Singapura.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Recent

recentposts

Random

randomposts