#FFKamis - Binar Itu


“Selamat Nak untuk kelulusannya.”

Mata sayu itu berbinar terang. Aku ikut merasakan haru yang menyeruak ke suluruh nadiku. Ini ketiga kalinya aku menghadiahkan toga kelulusan hasil jerih payah ibu membiayai sekolahku. Padahal aku dicap si telinga monyet karena selalu mendapatkan angka tiga di setiap ujian.

Tapi, kali ini akan berbeda. Demi binar terang mata yang jarang kunikmati. Aku tidak akan bergantung lagi pada keberuntungan. Akan kupersembahkan toga emas dengan cum laude. Itu janjiku.

***
Ibu menangis histeris tatkala mendengar kabarku.
Binar itu pun lesap bersamaan dengan jenazahku yang kini terbaring di tanah.

“Aku menyesal Ibu, seharusnya janji itu tak terucap.”


____________ Flash Fiction ____________
100 Kata

1 komentar:

Recent

recentposts

Random

randomposts