DAY 6 WRITING CHALLENGE : JURUSAN BAHASA/SASTRA JEPANG YANG DIPANDANG SEBELAH MATA


Hai…… minna… 
Gak kerasa nih sudah hari keenam saja untuk menaklukan tantangan selanjutnya dari #KampusFiksi. Dan ini dia pertanyaannya :

Ceritakan Tentang Hal Di Mana Kamu Pernah Membanggakan Sesuatu Sementara Orang Lain Justru Meremehkan!

Bukan pernah lagi, sering ini mah. Aku mah da apa atuh hanya secuil upil yang gak ada apa-apanya. *tsah… Dalam beberapa hal sering banget mengalami hal yang bertolak belakang dengan orang lain. Entah karena cara pandang yang berbeda, di mana aku selalu mencoba segala sesuatu dilihat secara keseluruhan atau memang selera yang tak sama. Bisa dibilang aku juga orang-nya anti mainstream.

Jadi, di kampung halamanku itu kalau kuliah ngambil jurusan keguruan bakalan dipandang bahwa masa depan akan cerah. Secerah wajahmu yang berkilauan saat terpapar sang mentari. *Ea… Bahkan dari teman SD, SMP, SMA, hanya aku seorang yang mengambil jurusan Sastra Jepang yang masih dipandang sebelah mata dan gak punya masa depan cerah. Sering loh ditanya seperti ini :

"Habis lulus mau jadi apa? Kerja apa?"

Jawabku “Jadi apa saja jadi. Karena tujuan kuliah ngambil Sastra Jepang ingin pergi ke Jepang.”

Yups… alasan saya kuliah saat itu karena ingin ke Jepang. Bukan karena di masa depan aku ingin ini, itu. Bagi aku si, setelah lulus mau kerja dimanapun, jadi apapun selagi nyaman kenapa nggak. Toh di Indonesia banyak perusahaan Jepang, bahkan jadi guru juga bisa. Apalagi saat kuliah aku mengajar les disalah satu SMK, dan bisa dilanjutkan jika sudah lulus. Mungkin karena itulah saya tidak pernah hawatir. Coba deh lihat yang ngambil keguruan juga gak langsung jadi PNS. Sebaliknya sekarang rada susah lowongan kerja buat pengajar saking terlalu banyaknya lulusan keguruan.

Walaupun ke Jepangnya belum kesampian. Setidaknya setelah lulus aku langsung kerja di perusahan Jepang. Orang tua yang tadinya hawatir dengan masa depan anak sulung-nya ini, sekarang mampu menghirup oksigen dengan sangat lega. Kesuksesan seorang anak itu kebahagiaan bagi orang tua. Apalagi kalau kuliahnya dibayarin orang tua, harus menunjukan hasil yang bagus juga karena perjuangan mereka mencari nafkah itu gak mudah. Dan gak akan tergantikan pengorbanan mereka, walaupun anaknya sudah menjadi jutawan. Tapi, ingatlah untuk menjadi anak yang dapat dibanggakan.

Mengenai jurusan bahasa/sastra Jepang, saat ini banyak loh kesempatan emas di dunia kerja. Jadi jangan hawatir kalau sekolahnya benar. Gak sekedar cari gelar. Karena kesuksesan itu tidak akan pernah tercapai jika tidak diperjuangkan.
___________________

Artikel ini diikutsertakan untuk #10DaysKF @KampusFiksi

2 komentar:

  1. Aku pun mikirnya prospek sastra Jepang itu cerah, Mak. Di Indonesia banyak perusahaan Jepang yang mana mereka sangat cinta bahasa ibunya dariapda bahasa Internasional. AKu pernah kursus bahasa Jepang, cuma sampai shokyu 1 aja. Itu pun udah pada nguap hiks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mba Efi, tiap minggu pasti ada saja yang ngebutuhin orang yang bisa bahasa Jepang. Hasil survey secara tak sengaja dengan orang Jepang karena mereka kesulitan belajar bahasa Indonesia yang katanya susah. Untuk bahasa internasional sendiri memang mereka lebih cinta bahasa ibu. Kalaupun pake bahasa inggris juga yang sudah diserap ke bahasa Jepang.

      Hapus

Recent

recentposts

Random

randomposts