2 komentar
  1. Aku pun mikirnya prospek sastra Jepang itu cerah, Mak. Di Indonesia banyak perusahaan Jepang yang mana mereka sangat cinta bahasa ibunya dariapda bahasa Internasional. AKu pernah kursus bahasa Jepang, cuma sampai shokyu 1 aja. Itu pun udah pada nguap hiks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mba Efi, tiap minggu pasti ada saja yang ngebutuhin orang yang bisa bahasa Jepang. Hasil survey secara tak sengaja dengan orang Jepang karena mereka kesulitan belajar bahasa Indonesia yang katanya susah. Untuk bahasa internasional sendiri memang mereka lebih cinta bahasa ibu. Kalaupun pake bahasa inggris juga yang sudah diserap ke bahasa Jepang.

      Hapus