Sosilisasi Pilgub 2017 ke Waria di Kabupaten Serang

Keren ! Pengetahuan Pilkadanya Ternyata Cukup Hebat

Banyak cara yang dilakukan KPU untuk memaksimalkan tingkat partisipasi pemilih pada Pilgup Banten 2017. Seperti yang dilakukan KPU Kabupaten Serang yang menyasar segmen waria sebagai objek sosialisasi. Meski sering dipandang sebelah mata namun pengetahuan soal pilgub mereka ternyata cukup hebat.

Ada yang berambut panjang, ada yang menggunakan lipstick, eye liner, dan bedak. Puluhan waria itu duduk berjajar dengan rapi di Aula Kantor Kecamatan Kragilan. Cuaca panas nampaknya juga dirasakan oleh mereka sehingga beberapa diantaranya mengeluarkan kipas untuk sedikit mendinginkan suhu di sekitar tubuhnya.



Kehadiran mereka jelas menjadi pusat perhatian warga yang datang ke Kantor Kecamatan Kragilan. Beberapa dari warga yang datang pun tersenyum melihat mereka namun para waria tak memerdulikannya. Seolah mereka sudah terbiasa dengan reaksi orang sekitarnya.

Ya, saat itu para waria itu sedang menghadiri acara sosialisasi Pilgub 2017 yang diadakan KPU Kabupaten Serang. Berdasarkan daftar hadir KPU Kabupaten Serang, waria yang hadir mencapai 75 orang yang terdiri dari pemilik dan pekerja di salon se-Kabupaten Serang.

“Mereka juga adalah warga Banten dan memiliki hak politik yang sama pada pilkada. Mereka harus dihargai sehingga mereka masuk dalam segmen sasaran sosialisasi KPU Kabupaten Serang,” ujar Abidin Nasyar, Ketua Divisi Sosialisasi dan Peningkatan Partisipasi Pemilih pada KPU Kabupaten Serang.



Lantaran persamaan hak politik itu saat penyusunan strategi sosialisasi, KPU memasukan waria dari total 15 segmen sasaran sosialisasi. Selain segmen waria ada pula segmen keagamaan, kepemudaan, pemilih pemula, perempuan, disabilitas, komunitas hobi, dan guru. Kemudian masyarakat industri, majelis talim, kelompok marjinal, komunitas seni dan olahraga, komunitas petani dan nelayan, serta komunitas tukang ojeg dan becak.

Selayaknya warga Banten, KPU tidak memperlakukan para waria secara khusus. Mereka diberi lokasi dan materi sosialisasi yang sama seperti pada umumnya. Diperlakukan sama justru waria memberi kesan yang luar biasa ke KPU. Ternyata, kata Abidin, waria memiliki pengetahuan pilkada yang cukup luas dibanding peserta sosialisasi pilkada pada umumnya.

“Ternyata soal pilkada mereka lebih tahu, ditanya kapan Pilgub Banten mereka tahu, ditanya siapa calonnya, mereka langsung jawab. Biasanya kalau ditanya itu di sosialisasi lainnya tidak tahu terutama tanggal pemungutan suara,” aku Abidin yang juga tercatat sebagai PNS Pemkab Serang tersebut.

Tak sampai disitu, mereka juga tahu tata cara pencoblosan mulai dari mendaftarkan diri sampai ke pencelupan jari tanpa sudah menggunakan hak pilihnya. “Makannya kita jangan memandang remeh mereka dan terbukti mereka punya kelebihan,” katanya.

Disinggung soal apakah dirinya sempat gugup saat memberikan materi sosialisasi, Abidin yak membantahnya. Sambil menahan tawa, dia mengaku, sempat khawatir lagam bahasanya tak sengaja menirukan cengkok seorang waria.

“Ya khawatir saja keceplosan cengkok waria. Bukan apa-apa, takutnya menyinggung peserta sosialisasi,” akunya.

Ketua KPU Kabupaten Serang, Muhamad Nasehudin mengatakan, pihaknya tak bisa begitu saja mengesampingkan waria dari sasaran pilgub. Pasalnya, secara jumlah keberadaan mereka cukup banyak.

“Selain itu penyampaian ke mereka cepat tersebar, buktinya sosialisasi di Kantor Kecamatan Kragilan sebenarnya diperuntukan bagi waria di dapil II saja (Kecamatan Carenang, Kragilan, Kibin, Cikande, Kopo, Jawilan, dan Ceranang) dengan undangan 35 orang, tapi yang hadir ada dari Bojonegara dan lainnya, sehingga total peserta menjadi 75 orang. Itu artinya mereka punya komunikasi yang bagus diantara sesame mereka dan antusiasme soal pilkada cukup tinggi,” tutur mantan Direktur Pusat Telaah dan Informasi Regional Banten tersebut.

Salah seorang waria yang menjadi peserta Arman Aristan mengaku, merasa sangat dihargai dengan diadakannya sosialisasi pilgub ke kelompoknya.

“Kami merasa dihargai sebagai warga Negara Indonesia walaupun dari komunitas waria. Kami siap melaksanakan kewajiban kami sebagai wagra Negara Indonesia terutama acara pilkada pada 15 Februari 2017. Kami juga berterima kasih sudah dilibatkan di kegiatan sosialisasi pilkada,” tuturnya.*****  

_______________________
Guest Pos oleh Jermaine A Tirtadewa, Jurnalis Banten Pos.


1 komentar:

  1. Moga menjadi kebaikan yang terus menyinari negeri tercinta ini. Amin

    BalasHapus

Recent

recentposts

Random

randomposts