11 komentar
  1. Betul mba kolaborasi ketiga elemen utk mendukung pendidikan yg baik mmg harus dijalankan. Semuanya harus saling memahami peranan masing2.

    Dan sy tergelitik utk komen mengenai dosen yg bukannya menegur tapi malah update sosmed. Seharusnya mmg dosen bisa menegur tapi tetap dg profesional. Hanya saja krna skrg marak kasus2 kriminalisasi pendidik bisa jadi ya cm itu yg bs dilakukan si dosen. Alih2 menegur malah muridnya gak paham, mending update aja lebih aman.

    Nah ini yg dikuatirkan jika hal seperti itu terjadi menurutku. Permisif tapi nantinya malah merusak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyah, Mak sekarang dosen maupun pendidik lainnya tidak bisa asal menegur. Tapi dia kan mahasiswa ya Mak, kalau di tegur dosen terus ngadu, ini mah anaknya yang harus dipertanyakan. Sudah besar tidak terima ditegur, bahaya ke depannya.

      Hapus
  2. Adab dulu, ilmu kemudian. Setuju banget ituh....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyah Mba.
      Sekarang gampang di cari. Tapi,kalau adab tidak ditanamkan dari kecil bakalan susah ngerubah watak pas besarnya.

      Hapus
  3. Wah... inilah kolaborasi yang diharapkan mak, karena 3 elemen penting ini saling terkait... semoga ada perubahan ke depannya ya mak... amin!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyah, Mak Inne.. amin.... Pendidikan Indonesia harus lebih baik lagi demi masa depan anak-cucu kita.

      Hapus
  4. Betul mbak, krn bagaimanapun mendidik anak gak akan berhasil kalau cuma di lingkungan keluarga tapi gak didukung lingkungan eksternalnya, begitu pula sebaliknya. TFS :D

    keluargahamsa(dot)com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju Mak. Apalagi lingkungan di kampung saya, pendidikan eksternal itu satu hal yang sangat dibanggakan.

      Hapus
  5. Kalau hanya mengandalkan salah satu elemen memang tidak cukup ya Mbak,
    diperlukan kerjasama yang baik antar elemen-elemen tersebut.

    adakah pengalaman dalam menyekolahkan anak, apakh dimasukkan ke sekolah swasta atau sekolah negeri ya ?

    salam kenal dan terima kasih Mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal juga mas.
      Kebetulan si belum punya anak.
      Tapi mengenai sekolah, negeri atau swasta sebenarnya sama aja Mas. Kalau sekolah negerinya bagus kenapa nggk. Swasta jg sama mas karena ada yg swasta biasa saja yah pokonya saya kalau punya anak ingin menyekolahkan ke sekolah yang menunjang hobinya.

      Hapus
  6. semoga kolaborasi antara guru. orang tua dan pemerintah menghasilkan generasi muda yang cerdas dalam berpikir dan bertindak ya mbak :)

    BalasHapus