Gadis Penenun Dusta

gbr by Carolina Ratri

“Bu, ade belajar di kosan Tri ya, ada tugas kelompok. Sekalian menginap boleh?”

“Boleh. Hati-hati ya.”

Minggu berikutnya…

“Bu, Tri sakit. Dia sendirian di kosan, boleh aku temani?”

“Boleh. Ibu doakan cepat sembuh. Salam dari ibu.”

Si bungsu sudah dua bulan ini sering menginap di kosan Tri, teman SMA-nya. Entah karena ada tugas sekolah atau sekedar main. Hingga pagi itu aku mendapati dua remaja muncul di televisi. Aku merasa itu mereka walau wajahnya tertutup jaket. Jaket yang sangat kukenal.

Kudengar telepon berdering.

“Halo..”

“Selamat pagi, Bu. Saya dari kepolisian ingin memberitahu bahwa anak Ibu terlibat prostitusi.”

Seketika, tubuhku tergeletak lunglai.

_____________________ Flash Fiction _____________________
100 kata
#PestaFiksi04


4 komentar:

  1. Waw. Ini keren amat ending-nya. Oh jadi gini yah daya magis sebuah Flash Fiction. Otak-atik ending-nya bisa langsung menggebrak.

    Keren, Rin :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih. :)
      Justru aku siapin ending dulu baru otak-atik pembuka sama alurnya.

      Hapus

Recent

recentposts

Random

randomposts