Hati-Hati! Penipuan! Mengatasnamakan Indosat

Pernahkah mendapat telepon dari salah satu operator kartu gsm yang anda gunakan bahwa menjadi pemenang undian yang mendapatkan uang tunai dan semacamnya?


Kebetulan nih malam kemarin tepatnya pukul 21.23 ada telepon dari nomor baru. Untuk telepon walaupun nomor baru saya memang suka mengangkatnya ditakutkan dari keluarga atau teman. Kecuali sms jika tak jelas asa usulnya sekalipun ternyata itu nomor teman saya akan saya abaikan. Kan namanya juga gak tahu.

Pas dia (cowok) bilang dari Indosat. Saya pikir memang mau ada promosi. Eh, ternyata menyampaikan bahwa saya terpilih menjadi salah satu pemenang bulan promosi yang mendaptkan uang tunai senilai delapan juta rupiah. Woww..... itu bukan uang kecil. Tapi, kata 'wow' sendiri tak terucap. Atau saya seharusnya meloncat-loncat riang gembira. Lalu, saya hanya merespon 'oh', 'iya'. Jujur saya tak tertarik dengan nominal uang yang disebutkan itu. Bukannya sok kaya tapi ada angin apa tiba-tiba saya dapat uang delapan juta dari Indosat? Ikut undian yang resmi diadakan indosatnya sendiri gak pernah.

Si abangnya dengan tegas memastikan bahwa ini bukan penipuan! Dan saya mendapatkan uang itu cuma-cuma tanpa pajak. Tapi, hati saya tidak melonjak-lonjak riang gembira. Why? Saya pun tak tahu. Lalu, dia pun memastikan, apakah saya mau terima uangnya? Apakah kalian percaya ditanya seperti itu? Tidak! Jika memang saya menjadi salah satu orang yang beruntung dari ratusan juta penduduk Indonesia yang menggunakan Indosat, kenapa harus dipastikan apakah saya mau menerimanya atau tidak? Pertanyaan yang tabu kan?

Saya menjawab 'Tidak!' Karena saya yakin ini adalah penipuan. Alasannya? Yukk.... simak.
  1. Menelepon menggunakan nomor pribadi (Indosat) bukan nomor kantor. Mengenai penipuan itu sendiri sudah tercantum di blog resmi Indosat, bisa cek di sini.
  2.  Kenapa harus malam? Saya tahu operator kartu memang bisa dihubungi 24 jam. Tapi aneh aja menghubungi pemenang malam banget.
  3. Pertanyaan di atas, apakah saya menerimanya? Itu sama sekali tak perlu. Kalau mau ngasih ya ngasih aja. Toh katanya gak kena pajak dan lain-lainnya.

Jika ada yang mengalami hal seperti saya, harap berhati-hati. Jangan tergiyur dengan hadiah yang dapat melelehkan lidah. Siapa si yang gak mau dikasih uang gede? Saya pun mau. Banget malah. Tapi jika itu mencurigakan dan katakanlah terlalu 'aneh' sebaiknya menenggelamkan angan-angan yang dapat memenuhi wish list kita dengan uang sebanyak itu.

Rizky memang Tuhan yang ngatur tapi tak semudah itu juga tiba-tiba turun dari langit. Kecuali dengan ngepet, nyopet, yang katanya bisa menghasilkan uang lebih cepat. Sayangnya prinsip hidup saya memang lebih senang bekerja keras dulu baru mendapatkan hasil. Jadi inget waktu itu supir kantor minta dicariin laptop bekas, kalo dapet saya dapet fee. Tapi saya menolaknya. Sama seperti penipu yang mencoba nipu saya. Membantu seseorang pun tak perlulah mendapatkan fee. Manusia hidup bersosialisasi. Sebisa mungkin saling membantu. Eh, ko ini malah melenceng jauh si. Intinya tetap waspada dan berhati-hati kejahatan selalu memasuki setiap kesempatan dalam segala hal yang berhubunga dengan manusia dan uang.


2 komentar:

  1. iya kita memang harus hati2, banyak orang menipu dengan banyak cara

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul ka, apalagi yg mengatsnamakan kartu layanan telekomunikasi.

      Hapus

Recent

recentposts

Random

randomposts