Menggenggam Waktu - Berselisih Jalan


Waktu berjalan tanpa kompromi, selalu pada arah yang sudah ditetapkan. Berbeda dengan mereka, disaat keduanya telah terikat, satu persatu ketidaksepahaman memuncak, langkah yang mulai merenggang, kepala yang tak lagi sama dan saling meninggikan ego. 

Hatinya sesak mendapati hal itu, kekasih yang akhirnya dipertemukan setelah 2 tahun berpisah, kekasih yang hatinya pilih untuk kedua kalinya, lalu menempatkan lelaki itu pada singgasana yang akan membimbingnya di dunia baru. Kini, dia tak tahu apa yang dirasa. 

"Tuhan, kenapa kami saling berselisih jalan? Dimana aku yang dulu? Dimana dia yang biasanya? Seperti hitam dan putih akankah kami kembali berjalan berdampingan tanpa ragu? Dan kembali.''

________________ Flash Fiction _________________
100 kata

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Recent

recentposts

Random

randomposts