Prompt #95 - Kamisama No Cloud


"Vin, awas'' Teriak Cloud. Reruntuhan tiang penyangga hampir menghantam tubuhnya.
"Vin, cloud, kalian baik-baik saja. Aku tidak yakin bisa bertahan. Dia terlalu kuat. Tenaga ku juga sudah hampir habis.'' Lord menghampiri mereka dengan nafas ngos-ngosan.
"Tenang Lord. Kita pasti akan menang. Kita memang tidak bisa kembali ke dunia nyata tapi kita tidak boleh mati di sini.''
"Hahahaaa.... kalian memang bodoh. Tidak akan ada yang bisa bertahan di sini. Kalian semua akan mati. Kalaupun ada yang hidup hanya satu orang. Satu orang! Hahahaha....''

"Cih.. Vin, Lord, kita sudah tidak punya waktu. Serang!'' Mereka menyerang Cord bertubi-tubi. Vin dan Lord semakin tak berdaya. Dan tak lama mereka berdua berakhir di tangan Cord. 
"Vin, Lord, kalian tidak boleh mati.''
"Cloud. Arti nama mu awan kan. Sesuatu yang tidak pernah musnah walau diterpa petir yang dasyat. Sesuatu yang tidak pernah hancur walau tertabrak UFO. Kau pasti menang. Bunuh Cord untuk kami. Dan hancurkan SKY.''
"Cloud. Apa kau tahu kenapa Cord itu muncul? Karena dia tahu Kau tidak akan kalah. Jadilah Tuhan di tempat ini untuk kami.'' Vin dan Lord menghilang menjadi serpihan cahaya yang tak bersisa.
"Hahaaa.... sekarang tinggal kau sendiri. Maju dan bunuhlah aku bila kau mampu. Aku adalah Tuhan di tempat ini. Hahaha.... ''
"Brengsek. DIAM! Aku muak mendengar tawamu.'' Cloud bertarung sendirian. Rasa, benci, dendam, murka, marah, penyesalan, harapan bersatu membentuk kekuatan yang baru. 

Berawal dari 6 bulan yang lalu saat perusahaan game ternama di dunia ‘SKY’ mengajak Cloud bergabung. Sebagai penggila game dengan tujuan lain dia mengiyakan. Siapapun tidak akan ada yang menolak. Perusahaan ini memiliki teknologi yang luar biasa bahkan mereka membuat kota di atas awan. Di sini kumpulan orang-orang kaya pecinta game. Sekolah, rumah, restoran, cafe, lengkap seperti dunia bawah. 

Namun, mereka tidak tahu, sebuah gedung pusat pengawasan SKY ini adalah sebuah neraka. Cloud, Vin, Lord dan ke tiga belas temannya telah diperdaya dan diiming-imingi harapan palsu. Mereka dipaksa memainkan Virtual Game. Ini bukanlah game biasa, alam bawah sadar mereka terpenjara di sana. Sebelumnya mereka disuntikan sebuah serum yang akan digunakan untuk para tentara Amerika yang tengah mempersiapkan perang melawan Jepang. Ini bukan perang biasa. Ini adalah Perang Dunia III.

“Cord, apa kau tahu? Kamilah yang menciptakanmu. Jika bukan hasil teman-temanku yang meretas sistem ini. Kau hanyalah budak SKY sebagai tikus percobaan untuk menciptakan serum dengan kekuatan melebihi bom Atom. Dan, MATILAH KAU CORD!!!” Sebuah kekuatan besar dari pedang Cloud menghancurkan Cord.

“Kalianlah tikus itu.”

Duarrrrr……

Beberapa komputer meledak bersamaan dengan hancurnya Cord. Para Profesor Game ada yang terbanting karena ledakan itu. Hanya milik Cloud yang masih dalam keadaan semula. Tubuh teman-temannya membiru kecuali Cloud.

“Profesor Mark cari tahu  apa yang terjadi. Kita sudah tidak punya  waktu  lagi.”
“Baik Direktur.”

Profesor Mark kembali mereset kembali Virtual Game tersebut. Dan ini yang ke sertaus kalinya  mengalami kerusakan  karena Cloud.  “Cloud aku tahu ini ulahmu.”

“Ya, ayah ini adalah tugasku menghentikan SKY yang lebih ayah cintai dari pada aku anakmu sendiri. SKY bukan Tuhan di bumi. Tapi aku adalah Tuhan di sini yang akan menghukum SKY.” 


______________***_______________
Flash Fiction 
500 kata

2 komentar:

  1. saya kok malah inget SAO ya. apalagi itu ngmbil gambar dari menara pohon di alfheim online-nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyah ka aku terinspirasi virtual game dari SAO dengan konsep yang berbeda.
      Makanya ngambil gambarnya dr SAO.

      Hapus

Recent

recentposts

Random

randomposts