Geliat Cirebon Menuju Smart City dan Kota Metropolis


Cirebon. Apa yang terlintas di kepala kalian ketika mendengar nama kota yang satu ini? Kota udang kah? Kota jalur pantura kah sebagai saksi para pemudik ketika lebara tiba? Kota batik kah? Atau mungkin  kota sebagai salah satu kota keraton yang tercatat dalam sejarah Indonesia? Yap, semuanya betul. Cirebon sebagai kota keraton yang juga dijuluki kota udang ini, terkenal dengan batik mega mendungnya dikenal sampai ke mancanegara. Saking terkenalnya banyak para turis yang mengincar batik mega mendung tersebut, bahkan mereka rela menghabiskan waktunya untuk belajar membatik.

Teringat sewaktu mengadakan pelatihan dan seminar membatik yang digelar oleh salah satu pembatik ternama Cirebon. Beliau bukan lah pembatik sembarangan,  namanya sudah mendunia dan pernah mendapat penghargaan dari Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono ketika masih menjabat.

Waktu pelatihan itu beliau mengajak orang Jepang yang tengah berguru padanya. “Luar biasa” itulah yang terpikirkan olehku. Orang luar saja ingin belajar kenapa kita sebagai orang lokal tidak belajar juga? Bagiku dengan kita tahu tata cara membatik sama dengan melestarikan kebudayaan yang satu ini untuk anak cucu kita berikutnya.



Cirebon, memiliki peranan yang penting bagi Indonesia dari segi budaya. Dengan kentalnya sejarah keraton hingga budaya yang dimilikinya ditambah sudah masuknya Cirebon sebagai salah satu  besar, tentunya pertumbuhan Kota Udang ini tidak boleh jalan ditempat. Layaknya seekor ulat yang bermetamorfosis menjadi kupu-kupu, tentunya Cirebon pun harus menunjukan kemajuannya sehingga mendapat gelar baru sebagai Smart City mendampingi gelar sebelumnya yaitu kota keraton, kota udang, dan kota batik mega mendung.

Bukan hanya teknologi yang harus selalu pintar tapi sebuah kota pun harus menyesuaikan dengan perkembangan teknologi yang terus berubah. Itu semua untuk menunjang semua aspek kehidupan manusia karena untuk menuju Smart City. Beberapa indikator perlu diperhatikan seperti  masyarakatnya, lingkungan, sarana dan prasarana, ekonomis, mobilitas, serta konsep smart living. Indikator tersebut tentunya harus dikaji lebih dalam sebagai langkah menuju Smart City.

Cirebon tentunya tidak akan mengalami kesulitan menuju Smart City. Selama 4 tahun aku tinggal di sana, pembangunan di Cirebon meningkat secara signifikan, seperti pembangunan mall yang sekarang memiliki lebih dari satu mall, hotel yang dapat ditemukan di setiap sudut kota. Sebut saja Hotel Aston Cirebon, salah satu hotel bintang 5 itu kini memiliki peranan dalam perekonomian Cirebon. Tak hanya itu, pelabuhan, bandar udara, pendidikan, hingga sarana stasiun pun mulai dibenahi menjadi lebih tertib dan rapi. Dengan segala perkembangannya itu bisa dikatakan Cirebon bukanlah kota kecil lagi, namun Cirebon sudah menjadi kota besar.

Cirebon pun sekarang mulai ramai dengan event besar baik event khusus untuk anak muda maupun orang dewasa, bahkan ada event yang dapat dinikmati oleh semua kalangan. Setiap minggu, Cirebon ramai dengan acara-acara baru yang mengundang banyak simpati masyarakat. Komunitas Blogger Cirebon pun ikut andil dalam pembangunan Cirebon dengan menyajikan berita seputar Cirebon serta mengadakan event lewat postingan blog.

Dengan semua sarana tersebut tidak ada alasan bagi Cirebon untuk tidak menasbihkan dirinya sebagai Smart City. Sebagai Smart City tak lengkap rasa bila tak menyematkan kemudahan internet di dalamnya, kemudahan akses internet bagi masyarakat maupun para turis. Kemudahan akses seperti penyediaan jaringan internet 4G LTE seperti yang diluncurkan oleh salah satu operator terkemuka di Indonesia yaitu Smartfren. Dengan diluncurkannya Smartfren 4G LTE tentunya akan memberikan kemudahan akses dalam mencari informasi penting mengenai Cirebon dan menginformasikan perkembangan Cirebon.

Untuk menjadi Smart City tentunya tidaklah mudah bila tidak didukung oleh masyarakat. Perlu adanya kerjasama yang baik antara pemerintah dan masyarakat untuk menjadikan Cirebon sebagai Smart City. Masyarakat tidak hanya menjadi kaum hedonis yang hanya hidup sebagai penikmat teknologi. Masyarakat harus ikut andil dalam membangun dan menjaga kotanya sendiri. Semisal dari segi lingkungan di mana masyarakat tidak membuang sampah sembarangan yang bisa menimbulkan banjir. Walau efektivitas banjir di Cirebon mulai berkurang bukan berarti masyarakat bebas mengotori lingkungan. Sangat tidak lucu bila sebuah Smart City tidak mampu mengatasi kebersihan lingkungannya.

Selain itu Cirebon harus memperbanyak taman kota yang bisa dimanfaatkan oleh semua kalangan. Dari keluarga yang sekedar jalan-jalan, berkumpulnya para komunitas-komunitas, dan lainnya.

Dengan Cirebon menjadi smart city maka Cirebon akan menjadi kota metropolis. Tentunya kota dimana pemanfaatan teknologi bisa digunakan disegala penjuru, sarana dan prasarana yang mendukung, masyarakat yang tertib dan ramah, anak-anak muda yang kreatif dan ikut membangun Cirebon dari segala aspek. Dengan kerjasama yang kuat dan terarah antara pemerintah dan masyarakat bukan tidak mungkin Cirebon akan menyabet dua gelar baru sekaligus yaitu sebagai Smart City dan juga sebagai Kota Metropolis.





1 komentar:

  1. ANGKA JITU DAN AKURAT YANG BISA ANDA MENANGKAN HARI INI INGIN MERASAKAN KEMENANGAN DI DALAM BERMAIN TOGEL 2D 3D 4D JAMIN 100% KARNA ANGKA RITUAL TLP KI ANGEN JALLO DI NMR (_0_8_5_2_8_3_7_9_0_4_4_4_) JIKA INGIN MENGUBAH NASIB KAMI SUDAH TERBUKTI 17 X TRIM?S ROO,MSOBAT


    ANGKA JITU DAN AKURAT YANG BISA ANDA MENANGKAN HARI INI INGIN MERASAKAN KEMENANGAN DI DALAM BERMAIN TOGEL 2D 3D 4D JAMIN 100% KARNA ANGKA RITUAL TLP KI ANGEN JALLO DI NMR (_0_8_5_2_8_3_7_9_0_4_4_4_) JIKA INGIN MENGUBAH NASIB KAMI SUDAH TERBUKTI 17 X TRIM?S ROO,MSOBAT

    BalasHapus

Recent

recentposts

Random

randomposts