Prompt #94 - Pohon Suci


Hayashi adalah sebuah desa yang dipenuhi dengan pohon ajaib. Di sana ada satu pohon suci besar  yang tidak dapat ditebang dengan benda setajam apapun. Pohon ajaib yang mampu menyuburkan tanah, tidak ada satupun penduduk yang diterpa wabah penyakit mengerikan. Manusia, hewan, tumbuhan hidup dengan nyaman dan tenang. Oleh karena itu, penduduk disana memuja pohon suci tersebut.
Namun dalam sejarah tercatat bahwa akan datang makhluk mengerikan yang mampu menumbangkan pohon Edahane tersebut sehingga desa Hayashi akan hancur dan semua pohon suci lenyap tanpa jejak menghilang bagai bui di lautan. Tak akan ada yang selamat baik manusia maupun makhluk lainnya. Sudah ribuan tahun berlalu tidak pernah muncul satu makhluk pun yang  tercatat dalam sejarah tersebut.
Hingga suatu hari Blatt, Rak, dan Ramo berhadapan dengan monster yang mengerikan. Tubuh tinggi dengan kedua tanduk runcing dikepalanya, bola matanya merah pekat seperti darah. Dengan sekali hantaman tangannya mampu merobohkan pohon-pohon ajaib disana, dan satu hentakan kakinya mampu meluluhlantahkan apa saja yang ada di atas tanah. Penduduk desa ketakutan, tidak ada tempat untuk berlindung selain pohon Edahane yang mampu menahan serangan-serangan monster tersebut.
“Rak, cepat temukan kuncinya.” Teriak Ramo yang semakin khawatir karena cahaya Edahane semakin redup. Tangisan anak – anak kecil yang memeluk ibu atau ayahnya semakin keras. Blatt pun ikut ketakutan sambil memegang ujung baju Ramo.
“Ketemu! Edahane kuncinya.”
“Benarkah? Kamu yakin Rak?” Tanya Ramo memastikannya. Rak mengangguk dengan senyuman kemenangan.
“Oke. Siapkan kekuatan kalian.” Saat Ramo memberi perintah Blatt memegang erat baju Ramo, rasa takut yang besar menyelimuti Blatt. Ramo memegang tangan Blatt lembut “Blatt, kau tidak perlu takut, kau harus ingat pesan kakek hanya kita yang bisa menyelamatkan desa ini karena kita berasal dari sini dan harus kembali kesini.”
“Aku tidak  takut dengan makhluk itu, aku sedih karena tidak bisa bermain lagi dengan orang-orang desa.”
“Siapa bilang Blatt, selamanya kita bisa bermain dengan mereka dengan syarat kita harus menghancurkan monster itu.”

Akhirnya Blatt, Ramo dan Rak menyatukan kekuatannya bersama dengan pohon Edahane. Pertempuran sengit terjadi, jiwa yang suci, harapan dari ketiga anak kecil  tersebut, menghancurkan monster tersebut menjadi berkeping-keping. Rak, Blatt, dan Ramo menyatu dengan pohon suci tanpa pernah kembali menjadi manusia.


***
Flash Fiction 350 kata

2 komentar:

  1. "Namun dalam sejarah tercatat bahwa AKAN datang makhluk mengerikan yang mampu menumbangkan pohon Edahane.."
    Yang namanya sejarah, tentu sudah terjadi. Tak ada 'akan' dalam sejarah. Lalu, ada banyak 'tiba-tiba' dalam cerita. Nama pohon, nama tiga tokoh, dan monster yang muncul. Semuanya tanpa penjelasan, baik sebelum atau sesudahnya.

    :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih kak sudah di koreksi.
      Aku salah menggunakan kata sejarah.
      Untuk ketiga anak tersebut sebenarnya sudah disebutkan ka, tapi aku pake kode. Harus aku ganti nih.

      Hapus

Recent

recentposts

Random

randomposts