Prompt#92 - Cahaya Orion


Semenjak Ayahnya ditangkap karena kasus pembunuhan, Via kehilangan sahabat dan orang yang dicintainya, Dia dibully habis-habisan di sekolah. Hatinya terguncang hebat, perih, pilu dan menyesakan. Tidak seperti malam yang selalu ditemani kemerlap cahaya lampu dan rembulan,Via dalam hati dan pandangannya sudah tak ada lagi cahaya. Perlahan memudar dan membuka lebar gerbang kegelapan. Kedua tangannya memegang besi yang sudah usang, satu persatu kedua kakinya menaiki besi bawahnya. Dia hanya ingin terbang dan terjun bebas malam itu juga.

“Apa kamu sudah gila?” teriak lelaki jangkung dengan helm yang masih bertengker dikepalanya, menarik tubuh Via, menghentikan dari tindakan bodohnya.

“Kris.” Sapa Via dengan tatapan kosong, wajah tanpa ekspresi dan ditemani air mata yang tak henti mengalir.

“Kalau kamu ingin mati, ikut denganku, ada tempat yang lebih baik dibandingkan jembatan ini.” Ajak Kris dan berjalan ke arah matic hitamnya, Via mengekor di belakang. ‘Mati’ hanya itu yang tengah berputar dikepalanya, itulah yang membuatnya mengikuti Kris, teman sekelasnya yang tidak pernah peduli dengan lingkungan disekitarnya, termasuk ketika dia dibully.

Si Hitam melesat kencang menajuh dari kota, menerobos jalan setapak tanpa penerangan namun tidak gelap juga. Sebuah bukit bertengker didepan matanya, mungkin itulah tempat yang dimaksud Kris. “Cepetan, sudah telat nih.” Kris menarik tangan Via dan berlari  mendaki bukit.

Di atas sana Via tidak melihat siapapun, hanya langit yang terbentang luas dengan ditemani berjuta bintang-bintang. “Aku pikir akan ada bunuh diri masal seperti di Jepang, makanya kamu menarik ku berlari.” Dengan nafas ngos-ngosan, matanya dibuat takjub oleh keindahan alam, walau kematian masih bergelayutan dalam otaknya.

“Dalam hitungan ke tiga kamu dan kegelapan akan mati bersamaan.” Kris berdiri didepan Via. Tanpa sebuah alasan ucapan Kris membuat Via ragu akan sebuah kematian, lalu Kris mulai menghitung dan menjauh dari Via “1, 2, 3”

Shingggg…….
Bintang berjatuhan dengan kecepatan yang melebihi kereta tercepat Shinkasen. Luar Biasa. Mata Via berkaca-kaca, mulutnya tidak mampu berkata mengungkapkan betapa luar biasanya hujan Orionid yang muncul di rasi bintang Orion. Langit berkilauan dengan jutaan cahaya yang berhamburan mengisi dimensi kegelapan. Satu cahaya paling terang merobohkan kegelapan dalam diri Via.

“Aku tau siapa kamu, tapi aku tidak tau alasan mu peduli padaku.”

“Ya, aku sama seperti mu yang membenci kehidupan, tapi aku lebih benci bunuh diri, karena tanpa diinginkan pun kematian sudah didepan mata, menunggu waktu yang tepat untuk menjemput dan mengambil kehidupan tanpa diketahui.”

“ORION” Ucap keduanya bersamaan, lalu kedua mata itu saling bertemu satu sama lainnya dan tersenyum.

 “Disinilah aku menyadari satu hal, seperti Orionid yang hanya muncul dalam hitungan detik lalu menghilang, sayangnya ketika bunuh diri kamu tidak akan pernah kembali berbeda dengan Orionid yang selalu muncul setiap tahun.”

“Kau benar, AKU TA PERLU MATI KARENA KETAKUTAN.” Teriak Via mengeluarkan semua rasa sakit dan kesedihannya.

4 komentar:

  1. em ada typo sih. sama lah kayak saya yg memang nggak bisa lepas dari typo

    ceritanya, em. romance ya ahaha

    BalasHapus
  2. hehe...iya mba. makasih loh udah di baca dan di cek. :D

    bisa dibilang romance mba.

    BalasHapus
  3. waduh, maaf mas. temen saya cewek namanya Ara, jadi saya kira cewek. :D

    BalasHapus

Recent

recentposts

Random

randomposts