Kumpulan Puisi Yuuki


KEMBALILAH CINTA
Malam telah berlalu
Fajarpun tlah kembali
Disini aku masih sendiri
Berharap kau kembali
Dalam detik waktu yang berputar
Ku harap kau ada disiku
Sudah lama kau tinggalkan aku
Hanya tersisa kenangan
Yang terukir dibenakku
Kasih.....
Akankah kau kembali
Disini aku merindukanmu
Disini aku menantimu
Datanglah kasihku
Genggamlah tangan ini
Dan bawalah bersamamu
Terbang melewati batas waktu
Menuju surga cinta yang tlah dinantikan


KEHENDAK
Ku melangkah......
Entah kemana ku melangkah
Dijalan terang atau gelapkah
Aku ta tahu.......
Kulihat seseorang
Seseorang yang ta kukenal
Seseorang yang santai
Yang mengabaikan hidup
Kumenoleh ke arah cermin
Ku melihat sesosok tubuh
Yang ta asing bagiku
Dean begitu mengerti aku
Tapi....
Sosok itu...
Seperti tanpa jati diri
Yang ta dapat diharapkan
Hanya dapat kulihat
Orang – orang menderita
Orang – orang bersukaria
Tanpa dapat kumerasakannya
Ku hanya berdiam diri
Hanya menyusahkan saja
Ku mencoba merubah semuanya
Ku mencoba sekuat tenaga
Tapi apadayanya diriku
Semua itu kehendak ilahi.........
Sebuah goresan takdir yang ta bisa ku ubah
Walau sekuat tenaga ku berusaha
Semua itu hanya sebuah harapan
Sebuah tujuan yang ta tergenggam




TERANG YANG TA TERLIHAT
Sebuah titik gelap
Terus merambat
Menembus cahaya putih
Titik itu
Semakin besar dan menjadi sangat besar
Cahaya itupun ta bisa memungkiri
Bahwa kegelapan sudah dekat
Dan semakin menutupi cahaya
Entah bagaimana cahaya harus mencari
Mencari jalan untuk menghindar
Mencari jalan untuk keluar
Tapi..........
Terlambat
Sudah terlambat
Untuk cahaya itu pergi menjauhi
Hanya sebuah harapan kecil yang tersisa
Berusaha untuk bernafas
Dan selalu bernafas
Walau titik itu sudah melampaui kejenuhan






DAIJOUBU (大丈夫)
Rasa yang tertinggal oleh sebuah rasa yang ta pernah diraih
Kepedihan yang terus berubah menjadi singa buas
Ta bisa kembali semuanya sudah terlambat
Mungkin akan ada hari dimana singa akan tertidur
Tapi sakit yang telah tertancap paku tajam
Sampai kapanpun bekas itu akan ada
Ta pernah menyalahkan cinta
Walaupun kehancuran ini karena cinta
Keadaanpun ta berhak ikut disalahkan
Karena diri yang membuat keadaan menjadi runyam
“cukup, cukup.” Kata hati yang selalu menegur hati
Tapi tetap ta bisa
Kekosongan dan kehampaan ini terlalu tebal menyelimuti jiwa
Gelap tapi masih bisa melihat
Terang tapi ta bisa berlari
Belenggu yang terasa
Terikat kencang kebencian
“Tolong, Tolong” teriakan hati
tapi lidah enggan berucap seakan terkunci rapat
berlari terus berlari
dengan kepalsuan cinta baru
bukan untuk pelampisan hanya untuk mencari sesuatu yang hilang
sesuatu yang telah mengubah segalanya dalam diri
namun yang hilang tetaplah hilang
ta akan kembali dan ta akan tergantikan
“Lelah” menyerah tanpa hasil
Tanpa kekalahan apalagi jauh dari kemenangan
Tersungkur dalam dilema yang akan terbawa mati
Pada akhirnya ta akan ada kebahagiaan
Kebahagiaan yang begitu indah
Kebahagiaa yang selalu diimpikan
Hanya ada kepedihan yang menyelimuti



Dalam Gelisahku
Tuhan
Inginku bersandar dibahunya
Meluapkan kesedihan yang ta bisa ku bendung lagi
Menghabiskan air mata yang tersisa
Tapi, dimanakah dia
Dengarkah jeritan hatiku yang semakin sakit
Sadarkah dia kalau aku membutuhkannya
Kalau aku mencarinya
Bahkan ku berteriak memanggilnya
Namun, ta mendengar sahutan sepatah katapun
Ta sedikitpun ta terdengar derap langkah kaki
Bahkan bayangan ta muncul sedikitpun
Aku semakin sepi dalam kegelapan yang terus berputar merelungi hatiku
Tuhan,
Ta akan datangkah dia padaku
Membangunkan aku dari keterpurukan
Mengusap air mata dengan kehangatan
Dan membawaku terbang dengan senyuman
Tuhan,
Jika dia ta bisa, pasti kau bisa membawaku pergi.
Ketempat dimana kau berada.
Aku sudah lelah sengan semua ini
Aku ta bisa menjadi kuat
Aku ta bisa sendiri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Recent

recentposts

Random

randomposts