Youkoso !

TOMO JIKAN

Adventure, Art,Story


Sudah ngisi belum?

Bagi pengantin baru, mendapatkan pertanyaan seperti itu sudah seperti makanan pokok sehari – hari. Bikin kuping panas, terkadang bikin mual dengan pertanyaan yang dibilang sensitif tersebut. Yups, bagi aku dulu ini sensitif banget. Gimana tidak? Aku dan suami LDM, ketemu kalau gak seminggu sekali ya dua minggu sekali. Pokonya gak tentu. Bakalan punya momongan secepatnya aja gak kepikiran. Tapi satu pertanyaan di atas hanya bisa diaminin.

 Then, tiga bulan pernikahan akhirnya aku bisa jawab dengan tegas dan lancang kalau ada yang nanya lagi hamil nggak nya. Senengnya itu luar biasa loh ya bisa jawab pertanyaan yang selama ini bikin gundah gulana. Jujur terkadang bikin down dengan pertanyaan tersebut, takut ternyata mandul dan semacamnya. Karena sodara yang kebetulan nikahnya di tanggal dan bulan yang sama langsung tokcer. Yah, setiap orang memang beda rizkinya ya. Tapi tetap saja keresahan itu tak bisa dihindari. Dan, Skak Mat itu kalau mertua yang nanyanya, ini si cuma bisa nunduk.

Sayang sungguh sayang, keresahan itu tidak berakhir begitu saja. Sebagai perempuan yang baru merasakan kehamilan sering sekali gundah gulana yang bikin stres.

  1. Ngidam
Ngidam itu sudah jadi hal yang lumrah bagi ibu hamil. Tapi, aku tidak mengalami masa itu. Bagaimana rasanya ngidam? Tidak tahu sama sekali! Keseharian selama hamil tidak ada yang berubah seperti sebelumnya. Makan lancar. Hanya satu dua makanan yang bikin mual. Lalu, tetangga bilang kalau wanita hamil ngidam itu bagus ke anaknya, tandanya si anak sehat. Entah mitos atau bukan tapi jujur kok malah kepikiran ya.

  1. Perut Kecil
Walau sudah hamil tua, perut aku tuh kecil. Bahkan beberapa orang gak nyadar kalau lagi hamil tua. Si Mamang Cuangki malah ngiranya saya habis lahiran. Sudah biasa juga mendapat pertanyaan “kok hamil tua perutnya kecil?” Namun periksa ke Dokter pertumbuhan bayi saya sehat-sehat saja ko. Dan untunglah Dokter Meily gak bosan setiap kali periksa menanyakan hal yang sama. Kalau suami si selalu jawabnya begini “Emang mau sebesar apa?”
Iyah si, mau sebesar apa? Toh memang aku ini kurus. Makan sebakul juga gak bertambah berat badan. BB itu kalau gak 43 kg, ya 42 kg.

  1. Lebih Sensitif
Masih berhubungan dengan yang aku jelaskan di poin 2. Pernah loh ada yang ngatain aku cacingan. Walaupun sekedar becanda tapi bikin sakit hati dengernya. Kesel, sebal, gimana gitu ya. Kaya sendirinya belum pernah hamil saja. Pasti tahu gimana sensitifnya bumil. Bukannya aku lebay, tapi memang perubahan sebelum dan lagi hamil itu terasa banget.

  1. Kontraksi di Usia Kandungan 7 Bulan
Menginjak kandungan 7 bulan. Debay semakin aktif. Pernah suatu hari dia nendangin perut, menggeliat, dari berangkat kerja sampai pulangnya. Padahal sudah diusapin. Yang kaget itu, sering mengalami kontraksi palsu. Hawatir banget waktu itu takutnya malah prematur. Mendengar pengakuanku, Dokter Meily ikutan resah. Alhasil, diberi obat untuk menghilangi kontraksi palsu tersebut.

  1. Jatuh dari Motor 2x
Aku dan suami LDM. Jauh dari orang tua dan mertua. Di Cikarang itu sendiri. Kecuali sabtu – minggu karena adik dan suami berkunjung ke Cikarang. Akses kosan ke tempat kerja tidak ada angkutan umum. Mamang Ojek pun jauh sangat. Yah, mau gimana lagi bawa kendaraan sendiri adalah jalan satu-satunya. Kebetulan, tanjakan menuju kosan itu jalannya selalu jelek. Pokonya tanjakan tersebut gak bisa di hotmix maupun di beton. Dramanya panjang. Di tanjakan tersebutlah aku jatuh 2x yang bersyukurnya gak pernah parah. Kandungan sehat-sehat saja tidak mengalami pendarahan. Namun, tetap saja hawatir takut kandungan terbetur sesuatu dan tidak disadari. Sejak saat itulah tak mau lagi lewat sana. Jalan lain yang lebih aman pun ditemukan walau harus bayar seribu rupiah.

Sebenarnya masih ada beberapa drama yang sepele dibesar-besarkan. Apalagi kalau urusan pamali dan bumali ini debat sama si mamih malah dikiranya merekedeweng alias keras kepala. Karena gak mau dicap anak pembangkang ujung-ujungnya nurut juga. Setelah melahirkan dan mengingat masa-masa saat hamil, ternyata kehamilan membuat aku lebay. Hohoho


Drama ini pun berlanjut saat hari persalinan tiba. Tunggu cerita lengkapnya.

Jamur merupakan salah satu tumbuhan saprofit yang beberapa jenisnya dapat dikonsumsi. Jamur tersebut memang memiliki kandungan gizi yang baik untuk tubuh. Seperti zat besi, kalsium, protein, kalori dan lain-lain.

Btw, kalau ngomongin soal jamur sudah pernah coba jamur kayu yang asli diambil dari hutan? Walaupun rumahku di bawah kaki gunung, tentunya mendapatkan jamur kayu bisa dibilang susah-susah gampang. Jamur kayu atau jamur tiram sendiri terdapat beberapa jenisnya. Yang akan aku ceritakan di sini yaitu jamur kayu yang hanya tumbuh satu tahun sekali.

Jamur kayu ini di kampungku sering disebutnya supa. Supa itu sendiri merupakan bahasa sunda yang artinya jamur. Beberapa jamur memiliki nama sendiri seperti supa suung, supa jarami, supa lember, supa hate dan lain-lain. Namun, untuk jamur kayu yang hanya tumbuh satu tahun sekali ini cukup memiliki nama panggilan supa tanpa embel-embel dibelakangnya. Karena keberadaannya yang terbilang langka, saat musim panen jamur kayu bakalan dicari warga sekampung. Bukan cari ke hutan langsung ya, tapi kalau ada orang yang dapat jamur kayu, para warga berbondong-bondong untuk membeli jamur tersebut.

HARGA

Untuk soal harga, walau diambil langsung dari hutan dan mungkin orang bakalan berpikir harganya murah, salah besar! Justru karena kelangkaan dan perjuangan yang besar saat ini jamur kayu dibandrol 1 kg-nya Rp. 20.000. Menurutku harga segitu masih murah si. Soalnya, satu karung saja paling dapet 10 kg. jika dibandingkan dengan perjuangan yang harus melintasi hutan belantara di tengah malam yang gelap gulita tentunya gak sebanding.

Yupzz….. hutan kayu satu ini hanya tumbuh di pedalaman hutan belantara. Dengan lokasi yang tidak mudah untuk ditemui. Dan pergi memanennya, jika ingin mendapatkan banyak harus sudah cus dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Semakin siang berangkat malah gak bakalan kebagian. Walaupun hanya 2-3 orang yang suka mencari jamur kayu di hutan, tetap saja siapa cepat dia dapat.

WAKTU PANEN

Ada keunikan tersendiri dengan jamur kayu satu ini. Untuk menentukan kapan harus pergi ke hutan mencari jamur kayu dengan mendeteksi keadaan suhu udara. Biasanya nih, kalau suhu udara lagi panas-panasnya itu sudah waktunya untuk panen jamur kayu. Panasnya ini memang beda dengan panas karena terik mentari atau akibat musim kemarau. Anehnya, prediksi itu selalu tepat. Dari dulu itulah yang menjadi patokan panen jamur kayu telah tiba. Sepengetahuanku juga, jamur kayu siap dipanen menjelang bulan Ramadhan. Aneh bin ajaib. Tapi begitulah kenyataannya.



RASA

Penasaran dengan rasanya? Jamur Tiram yang dibudidaya pasti sudah pada akrab dong ya. Mudah didapat juga di pasar. Aku juga termasuk orang yang suka dengan jamur tiram. Tapi kalau dibandingkan dengan jamur kayu ini, rasanya melebihi jamur lainnya. Benar-benar lezat walau sekedar ditumis ataupun dibuat bakwan. Maknyus banget deh pokonya. Dengan olahan bumbu sederhana bisa bikin ketagihan terus loh.

Sayangnya ya itu dia, hanya tumbuh satu tahun sekali. Dengan pencarian yang membutuhkan waktu dan tenaga. Mungkin karena itu juga rasanya menjadi nikmat. Semoga tahun depan dapat merasakan kelezatan dari jamur kayu satu ini.



Untuk crafting kali ini aku mau cerita soal quilling. Ada yang tahu?

Aku sendiri baru tahu tahun ini saat lagi ngubek youtube belajar origamai 3d. Muncul deh tuh seni quilling yang unik dan menarik. Biasalah jika berhubungan dengan kerajinan tangan jiwa penasaranku langsung menggebu *eaaa*. Btw, mengenai origami 3d silahkan baca postingannya di sini.

Yang pertama dicari tentu dong bahan-bahannya. Waktu merhatiin alat dan bahannya kok kaya pernah lihat di mana gitu ya? Ya, ya, benar saja aku pernah lihat di toko buku. Berhubung untuk varian warna kertasnya sedikit aku coba cari di e-commerce. Yes, di Indonesia ada yang jual ternyata. Maklum si tutorial yang aku dapat di youtube kebanyakan orang luar. So, agak was-was gimana gitu ya, ada nggaknya di Indonesia.  

Mengenai sejarahnya nih, usut punya usut quilling paper sudah ada sejak abad ke-17 di Eropa. Kalau di sana terkenal dengan sebutan paper filigree atau roll work. Hasil dari quilling paper bisa untuk ornament dinding, penghias meja, aksesoris, hiasan undangan dan lain-lain.

Untuk cara pembuatannya sendiri ada beberapa cara, tergantung pola dan jenis gambar yang akan dibuat. Untuk pola dasarnya ada beberapa jenis, yaitu Tight Coil (lingkaran), Closed Coil (menjorok ke dalam), Tear Drop, Petal, Marquise (menyerupai mata), Shaped Marquise (bentuk daun. Masih ada beberapa jenis lagi untuk daun), Half moon (crescent), Triangle, Tulip, Bunny ear (shield), Arrow (dart), Star, Square, Holly leaf, Fringed flower, dan Open Heart.



Dengan mempelajari dasar di atas akan mudah saat membuat quilling sesuai desain yang diinginkan, bahkan yang rumit sekaligus. Sedangkan, untuk alat dan bahan tempur membuat paper quilling, berikut ini :

  1. Paper quilling (ukuran lebar 1 cm, 5 cm, 7 cm)
  2. Jarum quilling
  3. Gunting
  4. Lem kertas
  5. Pinset  
  6. Quilling mate (untuk mempermudah membuat pola dengan ukuran yang sama)


Berikut ini beberapa hasil paper quilling yang sudah dibuat.


Quilling Dance



Quilling Girl


Quilling Owl

Kalau yang satu ini, aku nyoba bikin quilling dari gambar punyanya Mba Carolina Ratri. 



Tertarik pengen buat juga? Boleh cek cara pembuatan detailnya di youtube. Pengennya si bikin tutorial sendiri. Mudah-mudahan deh ya selanjutnya bisa terwujud. 




"Rin, ngapain si rambut dipotong pendek gitu. Kaya cowok!''

"Dih, suka-suka dong. Yang penting raga dan jiwa gue masih cewek. Dan masih doyan cowok.''

"Apaan? cowok tuh ya, lebih suka sama cewek yang feminin, gak setengah-setengah kaya lo. Lihat gue dong.''

"Ya, ya, tapi kelakuan lo gak beda jauh tuh sama cowok-cowok berengsek. Doyan selingkuh!''

"Cih, emangnya cowok doang yang boleh selingkuh. Sekarang tuh zamannya emansipasi wanita.''

"Nah, nah, lo tahu. Gue juga bebas dong mengekspresikan diri.''

"Tapi, lo potong cepak karena patah hati diselingkuhin kan?”

Hahaaa……..

Lo, BENER! Dan itu ulah cewek centil kaya lo. Tunggu saja pembalasannya nanti.

______________
Flash Fiction 
100 Kata
Tema : Emansipasi





Siapa yang suka stress sama si kecil yang noghol di wajah alias jerawat? Aku, yes! Dari pertama kali mengenal makhluk satu ini – iyah dia kan tumbuh dan berkembang, bikin riskan banget. Apalagi jari-jari tanganku suka ikutan gatel pengen dimainin gitu. Alhasil, selain meninggalkan bekas karena dipencet, pernah juga tuh jadi beranak – nyesel, iya. Yang paling sedih, obat anti acne yang dijual dipasaran, cuma ada satu doang yang cocok. Itu pun, gak langsung hilang seperti di iklannya. Butuh ratusan purnama untuk mengusirnya, tapi hanya butuh beberapa menit menghadirkannya kembali.

Kalau salah pakai produk, mau itu facial wash, pelembab, maupun bedak pasti jerawatan. Mungkin karena wajah aku yang bandel juga sama acne. Ah, entahlah belum pernah periksa ke klinik kecantikan dan semacamnya, pernah juga sekali-kalinya pergi ke salon buat ngilangin komedo.

Dulu itu, aku gak pernah mengutamakan penampilan luar. Terutama yang berurusan dengan make up. Seadanya saja, cuma butuh facial wash dan pelembap. Toh, ngapain juga harus dandan menor, wong aku seringnya ngabisin waktu blusukan di gunung, hutan dan sawah. Ketemunya sama rumput, pohon, nyamuk. Mau cari gebetan juga gak perlu dandan karena anak gunung punya pesonanya tersendiri *eaa PD amat ya.

Eits, tunggu dulu. Sekarang aku sudah turun gunung. Walaupun untuk urusan make up tidak ada yang berubah. Tetap saja yang bikin bad mood itu saat jerawat datang menyapa dengan senangnya. Parahnya itu butuh berminggu-minggu hilangnya. Anti acne yang jadi andalan sudah tidak mempan dan tidak berani juga pakai yang lain – efek punya wajah sensitif. Tapi untuk yang satu ini aku berani coba loh. DermaAngel, anti acne yang penjualannya no. 1 di Cina dan no. 2 di Thailand.

Selain penjualannya yang ternyata laris di negeri sebrang, Derma Angel menawarkan perawatan untuk menyembuhkan dan menyembunyikan jerawat, bahasa kerennya ‘Heal & Hide’. Beneran gak si? bisa bilang "Goodby acne" dong ya? Sebelum cek hasil pemakaianku. Lihat dulu yuk keunikan dari Derma Angel :

  1. Invisibility (Transparan)
Derma Angel ini tidak berbentuk gel atau powder melainkan berbentuk patch yang transparan sehingga dapat diaplikasikan bersamaan dengan penggunaan make up.




  1. Anti Acne
Untuk yang jerawat yang bandel sekalipun seperti bernanah bisa menggunakannya juga loh karena Derma Angel ini mengandung hydrocolloid dressing yang akan menyerap banyak cairan (nanah).

gbr : Derma Angel Indonesia Facebook


  1. Protection
Patch-nya ini tahan air sehingga bisa terbebas dari kontaminasi kotoran atau bakteri. Dan daya lekatnya juga kuat. Bagi yang muslim gak usah hawatir kalau mau wudhu, Patch-nya ini gak lepas loh – aku sudah membuktikannya.

Sekarang kita coba dulu yuk produknya. Aku pakai yang untuk siang hari. Untuk malam hari beda lagi. Kemasannya sendiri ada 3 varian, Day, Night dan Mix (Day, Night).

Cara Pemakaian :




Derma Angel 'Heal & Hide' test :

Sebelum menggunakan patch. *oh, jerawat*



Selama pemakaian di siang hari, aplikasi plus make up. Patch yang transparan membuatku percaya diri menggunakannya. Gak ngerasa kalau sedang pakai anti acne.


Setelah pemakaian, jerawatnya kempes lhoPenggunaannya memang praktis. Seharian aku gak perlu resah karena jerawat. Derma Angel terbukti menyembunyikan dan menghilangkan jerawat di pipiku. Gak salah nih dengan slogan 'Heal and Hide' nya. Sekarang sudah bisa bilang "Goodby Acne" dan gak ada galau-galauan lagi karena jerawat.

Btw, Anti acne satu ini juga sudah teruji secara klinis oleh BenQ Medical Center di Fakultas Kedokteran Penyakit Kulit, Universitas Nanjing Cina pada tahun 2012. Yang aku rasakan selama pemakaian gak ada efek samping dari produknya. Tapi, untuk kulit yang luka atau infeksi sebaiknya dihindari dulu ya. Dan jikalau setelah pemakaian mengalami iritasi, pembengkakan dan masalah lainnya lebih baik untuk segera periksakan ke Dokter.

Mau coba juga kan? Produk Derma Angel bisa didapatkan di e-commerce dan modern pharmacy dengan harga yang ekonomis :
Day 12 pcs Rp. 36.000
Night 12 pcs Rp. 36.000
Kombinasi : Day 12 pcs – Night 6 pcs Rp. 51.000

Jangan lupa ya untuk kepoin sosial media Derma Angel di Fb : DermaAngelIndonesia dan Ig: @AngelDerma_ID

Selamat Mencoba. (^_^)

_________________

“This article is included in blog competition hosted by BP Network and Derma Angel. The article was written based on the experience and personal opinion.”