Youkoso !

TOMO JIKAN

Adventure, Art,Story


Jamur merupakan salah satu tumbuhan saprofit yang beberapa jenisnya dapat dikonsumsi. Jamur tersebut memang memiliki kandungan gizi yang baik untuk tubuh. Seperti zat besi, kalsium, protein, kalori dan lain-lain.

Btw, kalau ngomongin soal jamur sudah pernah coba jamur kayu yang asli diambil dari hutan? Walaupun rumahku di bawah kaki gunung, tentunya mendapatkan jamur kayu bisa dibilang susah-susah gampang. Jamur kayu atau jamur tiram sendiri terdapat beberapa jenisnya. Yang akan aku ceritakan di sini yaitu jamur kayu yang hanya tumbuh satu tahun sekali.

Jamur kayu ini di kampungku sering disebutnya supa. Supa itu sendiri merupakan bahasa sunda yang artinya jamur. Beberapa jamur memiliki nama sendiri seperti supa suung, supa jarami, supa lember, supa hate dan lain-lain. Namun, untuk jamur kayu yang hanya tumbuh satu tahun sekali ini cukup memiliki nama panggilan supa tanpa embel-embel dibelakangnya. Karena keberadaannya yang terbilang langka, saat musim panen jamur kayu bakalan dicari warga sekampung. Bukan cari ke hutan langsung ya, tapi kalau ada orang yang dapat jamur kayu, para warga berbondong-bondong untuk membeli jamur tersebut.

HARGA

Untuk soal harga, walau diambil langsung dari hutan dan mungkin orang bakalan berpikir harganya murah, salah besar! Justru karena kelangkaan dan perjuangan yang besar saat ini jamur kayu dibandrol 1 kg-nya Rp. 20.000. Menurutku harga segitu masih murah si. Soalnya, satu karung saja paling dapet 10 kg. jika dibandingkan dengan perjuangan yang harus melintasi hutan belantara di tengah malam yang gelap gulita tentunya gak sebanding.

Yupzz….. hutan kayu satu ini hanya tumbuh di pedalaman hutan belantara. Dengan lokasi yang tidak mudah untuk ditemui. Dan pergi memanennya, jika ingin mendapatkan banyak harus sudah cus dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Semakin siang berangkat malah gak bakalan kebagian. Walaupun hanya 2-3 orang yang suka mencari jamur kayu di hutan, tetap saja siapa cepat dia dapat.

WAKTU PANEN

Ada keunikan tersendiri dengan jamur kayu satu ini. Untuk menentukan kapan harus pergi ke hutan mencari jamur kayu dengan mendeteksi keadaan suhu udara. Biasanya nih, kalau suhu udara lagi panas-panasnya itu sudah waktunya untuk panen jamur kayu. Panasnya ini memang beda dengan panas karena terik mentari atau akibat musim kemarau. Anehnya, prediksi itu selalu tepat. Dari dulu itulah yang menjadi patokan panen jamur kayu telah tiba. Sepengetahuanku juga, jamur kayu siap dipanen menjelang bulan Ramadhan. Aneh bin ajaib. Tapi begitulah kenyataannya.



RASA

Penasaran dengan rasanya? Jamur Tiram yang dibudidaya pasti sudah pada akrab dong ya. Mudah didapat juga di pasar. Aku juga termasuk orang yang suka dengan jamur tiram. Tapi kalau dibandingkan dengan jamur kayu ini, rasanya melebihi jamur lainnya. Benar-benar lezat walau sekedar ditumis ataupun dibuat bakwan. Maknyus banget deh pokonya. Dengan olahan bumbu sederhana bisa bikin ketagihan terus loh.

Sayangnya ya itu dia, hanya tumbuh satu tahun sekali. Dengan pencarian yang membutuhkan waktu dan tenaga. Mungkin karena itu juga rasanya menjadi nikmat. Semoga tahun depan dapat merasakan kelezatan dari jamur kayu satu ini.



Untuk crafting kali ini aku mau cerita soal quilling. Ada yang tahu?

Aku sendiri baru tahu tahun ini saat lagi ngubek youtube belajar origamai 3d. Muncul deh tuh seni quilling yang unik dan menarik. Biasalah jika berhubungan dengan kerajinan tangan jiwa penasaranku langsung menggebu *eaaa*. Btw, mengenai origami 3d silahkan baca postingannya di sini.

Yang pertama dicari tentu dong bahan-bahannya. Waktu merhatiin alat dan bahannya kok kaya pernah lihat di mana gitu ya? Ya, ya, benar saja aku pernah lihat di toko buku. Berhubung untuk varian warna kertasnya sedikit aku coba cari di e-commerce. Yes, di Indonesia ada yang jual ternyata. Maklum si tutorial yang aku dapat di youtube kebanyakan orang luar. So, agak was-was gimana gitu ya, ada nggaknya di Indonesia.  

Mengenai sejarahnya nih, usut punya usut quilling paper sudah ada sejak abad ke-17 di Eropa. Kalau di sana terkenal dengan sebutan paper filigree atau roll work. Hasil dari quilling paper bisa untuk ornament dinding, penghias meja, aksesoris, hiasan undangan dan lain-lain.

Untuk cara pembuatannya sendiri ada beberapa cara, tergantung pola dan jenis gambar yang akan dibuat. Untuk pola dasarnya ada beberapa jenis, yaitu Tight Coil (lingkaran), Closed Coil (menjorok ke dalam), Tear Drop, Petal, Marquise (menyerupai mata), Shaped Marquise (bentuk daun. Masih ada beberapa jenis lagi untuk daun), Half moon (crescent), Triangle, Tulip, Bunny ear (shield), Arrow (dart), Star, Square, Holly leaf, Fringed flower, dan Open Heart.



Dengan mempelajari dasar di atas akan mudah saat membuat quilling sesuai desain yang diinginkan, bahkan yang rumit sekaligus. Sedangkan, untuk alat dan bahan tempur membuat paper quilling, berikut ini :

  1. Paper quilling (ukuran lebar 1 cm, 5 cm, 7 cm)
  2. Jarum quilling
  3. Gunting
  4. Lem kertas
  5. Pinset  
  6. Quilling mate (untuk mempermudah membuat pola dengan ukuran yang sama)


Berikut ini beberapa hasil paper quilling yang sudah dibuat.


Quilling Dance



Quilling Girl


Quilling Owl

Kalau yang satu ini, aku nyoba bikin quilling dari gambar punyanya Mba Carolina Ratri. 



Tertarik pengen buat juga? Boleh cek cara pembuatan detailnya di youtube. Pengennya si bikin tutorial sendiri. Mudah-mudahan deh ya selanjutnya bisa terwujud. 




"Rin, ngapain si rambut dipotong pendek gitu. Kaya cowok!''

"Dih, suka-suka dong. Yang penting raga dan jiwa gue masih cewek. Dan masih doyan cowok.''

"Apaan? cowok tuh ya, lebih suka sama cewek yang feminin, gak setengah-setengah kaya lo. Lihat gue dong.''

"Ya, ya, tapi kelakuan lo gak beda jauh tuh sama cowok-cowok berengsek. Doyan selingkuh!''

"Cih, emangnya cowok doang yang boleh selingkuh. Sekarang tuh zamannya emansipasi wanita.''

"Nah, nah, lo tahu. Gue juga bebas dong mengekspresikan diri.''

"Tapi, lo potong cepak karena patah hati diselingkuhin kan?”

Hahaaa……..

Lo, BENER! Dan itu ulah cewek centil kaya lo. Tunggu saja pembalasannya nanti.

______________
Flash Fiction 
100 Kata
Tema : Emansipasi





Siapa yang suka stress sama si kecil yang noghol di wajah alias jerawat? Aku, yes! Dari pertama kali mengenal makhluk satu ini – iyah dia kan tumbuh dan berkembang, bikin riskan banget. Apalagi jari-jari tanganku suka ikutan gatel pengen dimainin gitu. Alhasil, selain meninggalkan bekas karena dipencet, pernah juga tuh jadi beranak – nyesel, iya. Yang paling sedih, obat anti acne yang dijual dipasaran, cuma ada satu doang yang cocok. Itu pun, gak langsung hilang seperti di iklannya. Butuh ratusan purnama untuk mengusirnya, tapi hanya butuh beberapa menit menghadirkannya kembali.

Kalau salah pakai produk, mau itu facial wash, pelembab, maupun bedak pasti jerawatan. Mungkin karena wajah aku yang bandel juga sama acne. Ah, entahlah belum pernah periksa ke klinik kecantikan dan semacamnya, pernah juga sekali-kalinya pergi ke salon buat ngilangin komedo.

Dulu itu, aku gak pernah mengutamakan penampilan luar. Terutama yang berurusan dengan make up. Seadanya saja, cuma butuh facial wash dan pelembap. Toh, ngapain juga harus dandan menor, wong aku seringnya ngabisin waktu blusukan di gunung, hutan dan sawah. Ketemunya sama rumput, pohon, nyamuk. Mau cari gebetan juga gak perlu dandan karena anak gunung punya pesonanya tersendiri *eaa PD amat ya.

Eits, tunggu dulu. Sekarang aku sudah turun gunung. Walaupun untuk urusan make up tidak ada yang berubah. Tetap saja yang bikin bad mood itu saat jerawat datang menyapa dengan senangnya. Parahnya itu butuh berminggu-minggu hilangnya. Anti acne yang jadi andalan sudah tidak mempan dan tidak berani juga pakai yang lain – efek punya wajah sensitif. Tapi untuk yang satu ini aku berani coba loh. DermaAngel, anti acne yang penjualannya no. 1 di Cina dan no. 2 di Thailand.

Selain penjualannya yang ternyata laris di negeri sebrang, Derma Angel menawarkan perawatan untuk menyembuhkan dan menyembunyikan jerawat, bahasa kerennya ‘Heal & Hide’. Beneran gak si? bisa bilang "Goodby acne" dong ya? Sebelum cek hasil pemakaianku. Lihat dulu yuk keunikan dari Derma Angel :

  1. Invisibility (Transparan)
Derma Angel ini tidak berbentuk gel atau powder melainkan berbentuk patch yang transparan sehingga dapat diaplikasikan bersamaan dengan penggunaan make up.




  1. Anti Acne
Untuk yang jerawat yang bandel sekalipun seperti bernanah bisa menggunakannya juga loh karena Derma Angel ini mengandung hydrocolloid dressing yang akan menyerap banyak cairan (nanah).

gbr : Derma Angel Indonesia Facebook


  1. Protection
Patch-nya ini tahan air sehingga bisa terbebas dari kontaminasi kotoran atau bakteri. Dan daya lekatnya juga kuat. Bagi yang muslim gak usah hawatir kalau mau wudhu, Patch-nya ini gak lepas loh – aku sudah membuktikannya.

Sekarang kita coba dulu yuk produknya. Aku pakai yang untuk siang hari. Untuk malam hari beda lagi. Kemasannya sendiri ada 3 varian, Day, Night dan Mix (Day, Night).

Cara Pemakaian :




Derma Angel 'Heal & Hide' test :

Sebelum menggunakan patch. *oh, jerawat*



Selama pemakaian di siang hari, aplikasi plus make up. Patch yang transparan membuatku percaya diri menggunakannya. Gak ngerasa kalau sedang pakai anti acne.


Setelah pemakaian, jerawatnya kempes lhoPenggunaannya memang praktis. Seharian aku gak perlu resah karena jerawat. Derma Angel terbukti menyembunyikan dan menghilangkan jerawat di pipiku. Gak salah nih dengan slogan 'Heal and Hide' nya. Sekarang sudah bisa bilang "Goodby Acne" dan gak ada galau-galauan lagi karena jerawat.

Btw, Anti acne satu ini juga sudah teruji secara klinis oleh BenQ Medical Center di Fakultas Kedokteran Penyakit Kulit, Universitas Nanjing Cina pada tahun 2012. Yang aku rasakan selama pemakaian gak ada efek samping dari produknya. Tapi, untuk kulit yang luka atau infeksi sebaiknya dihindari dulu ya. Dan jikalau setelah pemakaian mengalami iritasi, pembengkakan dan masalah lainnya lebih baik untuk segera periksakan ke Dokter.

Mau coba juga kan? Produk Derma Angel bisa didapatkan di e-commerce dan modern pharmacy dengan harga yang ekonomis :
Day 12 pcs Rp. 36.000
Night 12 pcs Rp. 36.000
Kombinasi : Day 12 pcs – Night 6 pcs Rp. 51.000

Jangan lupa ya untuk kepoin sosial media Derma Angel di Fb : DermaAngelIndonesia dan Ig: @AngelDerma_ID

Selamat Mencoba. (^_^)

_________________

“This article is included in blog competition hosted by BP Network and Derma Angel. The article was written based on the experience and personal opinion.”





Karena sedikit waktu pun sangat berharga bagi yang menjalani Long Distance Marriage.


Sedikit banyak di luar sana banyak pasutri yang menjalani LDM – Long Distance Marriage.. Pun, dengan aku. Jujur, awalnya agak gimana gitu ya dengan LDM ini, bukan karena gak sanggup, takut suami selingkuh, dan hal negatif lainnya. Tapi, telinga sudah bosan denger orang-orang di sekitar yang selalu bilang begini ''ngapain kamu nikah kalau hidupnya terpisah. Kamu di mana, dia di mana.'' Biasanya aku akan memilih diam, toh untuk apa juga ngejelasin panjang lebar, suami juga tidak mempermasalahkannya kok. Namun, membaca kisah para istri yang senasib dengan aku agak sedikit tenang gimana gitu ya. Jalani saja, yang penting sekarang bagaimana kita tetap bahagia menjalaninya kan?

Jarak Bekasi - Banten gak jauh-jauh amat si ya? Cuma butuh perjalanan sekitar 3 jam - tanpa macet, udah bisa ketemu sam suami. Namun, berhubung libur si Aa cuma satu hari dalam seminggu gak bisa menghabiskan weekend dengan traveling keluar kota. Pengennya si gitu jalan-jalan ke Karimun Jawa, muncak gunung Rinjani, dan tempat-tempat yang saat ini masih nongkrong asyik di wishlist perjalanan. Untuk saat ini si mentok-mentoknya Jakarta. Karenanya, untuk mengoptimalkan pertemuan dengan si Aa yang sering dilakukan adalah kuliner makanan. Kadang nonton bioskop - kalau ada film seru doang. Kalau mager banget bercengkrama ria di kosan. Selama setahun ini tidak ada yang berubah tapi gak bosen juga.

Gerem Asem Bebek  Khas Serang - Banten
Salah satu makanan favorite
tak sesuai namanya makanan ini memiliki cita rasa pedas.


Tapi nih ngomongin soal makanan, aku suka banget sama makanan pedas. Gak enak deh kalau makan gak ada pedes-pedesnya. Kaya lagi kangen-kangennya sama suami tapi gak bisa ketemu - yang LDM pasti tahu banget rasa tersiksanya. Tapi paling gak enak kalau lagi terserang sariawan. Nah, nah, ini nih yang bakalan suasana jadi runyam. Sebalnya, dari dulu intensitas terkena sariawan sering banget, dengan kondisi yang parah. Setiap bulan pasti nonghol tuh dengan senyum mengembang sambil ‘say hello’. Mood juga seringnya down nahan sakit. Kadang suka marah-marah gak jelas sama si Aa - udah kaya pas dateng bulan gitu. Rencana kuliner pun pasti gagal total - kalau Malika pasti bakalan nangis sungai (How to Stay Single - Christian Simamora) 

Untuglah sekarang aku sudah nemu solusinya dengan kehadiran obat sariawan Aloclair Plus yang mengandung aloe vera. Kerennya juga ada tiga varian loh,  berbentuk gel, oral rise dan spray. Nah, yang aku punya sekarang Aloclair Plus Gel. Cara penggunaannya juga mudah.
  • Oleskan Aloclair Plus Gel  sekitar 1-2 cm hingga seluruh ulkus/lesi tertutup
  • Jangan sampai ujung tube mengenai lesi ya. 
  • Usahakan untuk tidak menyentuh lesi dengan lidah minimal 2 menit setelah pemakaian agar terbentuk selaput pelindung.
  • Bisa digunakan 3-4 kali sehari atau sesuai kebutuhan
  • Hindari makan & minum minimal 1 jam setelah pengolesan.
Aloclair Plus Gel


Untuk yang Aloclair Olar Rinse danAloclair  Spray beda lagi loh cara penggunaannya :

Aloclair Plus Oral Rinse
  • Tuangkan 10 L Aloclair Plus untuk dikumur.
  • Gunakan 3-4 kali sehari atau sesuai kebutuhan.
  • Jikalau tertelan tetap aman. Tapi tetap hindari makan / minum minimal 1 jam setelah berkumur.

Aloclair Plus Spray

  • Cukup dengan menyemprotka Aloclair Plus Spray 3 x hingga seluruh ulkus/lesi tertutup
  • Jangan sampai ujung spray mengenai lesi.
  • Hingga selaput pelindung terbentuk jangan sampai lidah mengenai lesi selama 2 menit.
  • Aplikasikan 3-4 kali sehari, atau sesuai kebutuhan. 
  • Jangan makan/minun selama 1 jam - puasa dulu ya. 

Mudah kan cara penggunaannya? Aloclair Plus bisa menjadi pilihan tepat ketika sariawan. Loh, kenapa? Karena banyak sekali manfaat yang terkandung di dalamnya. 

Manfaat Aloclair Plus

Berhubung hasilnya membuat nyaman dan gak perih, sekarang udah gak takut lagi saat sariawan menerjang. Wisata kuliner dengan si Aa pun tak perlu dikhawatirkan lagi. Pokonya can’t smile without you Aa. Kaulah segalanya bagiku dan anak kita. *ea